Ini Dia Tips Mengatasi Masalah Di Sistem Cloud

Bila Anda sering sekali mendengar komputasi awan, tentu Anda juga mengetahui seperti apa cara kerja sistem yang satu ini. Sistem dari cloud sendiri dengan mempergunakan internet yang dipergunakan sebagai server untuk mengolah data. Sistem yang satu ini begitu memungkinkan seorang pengguna untuk melakukan login di jaringan internet yang sudah tersambung pada program yang dipergunakan untuk menjalankan aplikasi yang diperlukan tanpa perlu melakukan instalasi.

Cara kerja dari cloud computing ialah alat yang menyerupai media penumpukan dan dapat diperintah para penggunanya, ia di simpan dengan mempergunakan cara virtual yang melalui jaringan internet dan kemudian diperintah serta dilanjutkan ke server aplikasi. Data ini diproses di berbagai proses final kemudian di sajikan dengan mempergunakan halaman yang telah di perbarui sesuai instruksi yang telah diterima sebelumnya. Contoh dari sistem ini ialah penggunaan email. Data pada berbagai macam server sengaja di integrasikan secara global tanpa perlu melakukan download software agar bisa menggunakannya. Si pengguna sendiri hanya menyediakan koneksi internet. Bila Anda ingin mempergunakan sistem ini, Anda harus mempertimbangkan keamanan yang ia miliki. Untuk ketersediaan internet juga tidak luput dari pantauan, kemungkinan diretas, bahkan kualitas vendor.

Walaupun penggunaan dari cloud ini tidak banyak dipergunakan pengguna untuk keperluan umum, namun berbagai macam perusahaan yang memiliki kelas besar, sudah menggunakan sistem ini. penggunaan sistem mulai diterapkan karena diketahui dapat memberi berbagai macam kemudahan bahkan keuntungan. Si pengguna dapat melakukan instalasi berbagai macam sistem operasi.

Bila Anda telah menggunakan teknologi ini, berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi berbagai macam masalah yang dapat timbul dari sistem komputasi awan, antara lain :

  • Terapkan sistem keamanan yang berasal dari administrator. Saat merancang, Anda harus menyiapkan sebuah administrator yang kuat,
  • Lindungi privasi. Saat Anda menggunakan sistem cloud ini, tentu ada berbagai macam data yang Anda simpan di dalamnya. Untuk mengurangi adanya masalah, Anda dapat memperkuat keamanan untuk melindungi privasi,
  • Memilih server yang berintegritas baik. Agar data Anda aman, Anda harus memilih server yang memiliki integritas baik.

Baca juga : 3 Keuntungan Menggunakan Fasilitas Teknologi Berbasis Awan

‘Tantangan’ Untuk IPB Membuat Kelapa Umur Pendek

Kelapa merupakan salah satu tanaman yang biasanya ditemukan di daerah pesisir. Cocos nucifera termasuk ke dalam tumbuhan dari suku aren-arenan atau dari Arecaceae. Tumbuhan ini memiliki manfaat hampir di setiap bagiannya sehingga tidak sedikit daerah yang menggantungkan hidupnya dari kelapa. Salah satunya adalah di Kulon Progo dan IPB (Institut Pertanian Bogor) yang memiliki fokus pada pangan ditantang untuk dapat menciptakan inovasi kelapa berumur pendek.

Seperti yang dikemukakan oleh Bambang Tri Budi yang merupakan Kepala dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo, tanaman kelapa sangat dibutuhkan di daerah Kulon Progo karena tanaman tersebut menjadi mata pencaharian bagi 6.800 penduduk. Di Kulon Progo, hingga saat ini perkebunan masih mengandalkan komoditas kelapa namun karena tingginya pohon kelapa yaitu sekitar 20-30 meter, banyak penderes yang meninggal yaitu sebanyak 24 orang setiap tahunnya yang disebabkan karena jatuh dari pohon kelapa.

Karena alasan tersebut, untuk mengurangi adanya penderes yang jatuh dari pohon, Bambang Tri Budi mengharapkan Institut Pertanian Bogor untuk dapat membuat sebuah inovasi tanaman kelapa. Inovasi yang diharapkan dari IPB adalah tanaman kelapa dengan umur pendek. Walaupun tanaman tersebut memiliki umur yang pendek, akan tetapi, tanaman pesisir tersebut mampu tumbuh tegak dan mempunyai kandungan nira yang tinggi.

Sebelum mengajukan ‘tantangan’ ke universitas IPB (Institut Pertanian Bogor) mengenai tanaman kelapa, permintaan serupa juga disampaikan ke LIPI namun belum ada hasilnya. Permintaan mengenai inovasi kelapa tidak hanya bertujuan agar dapat mengurangi kecelakaan penderes namun juga untuk menjaga komoditas ekspor yang telah dihasilkan oleh petani gula Kelapa yang membuat gula semut. Gula semut yang telah diekspor ke 10 negara tujuan tersebut, termasuk ekspor ke Kanada, Eropa dan Amerika Serikat, dihasilkan dari luas perkebunan di Kulon Progor seluas 16 ha yang ada di 12 kecamatan. Pengembangan kelapa di Kulon Progo sebagian besar terdapat di Kecamatan Kokap, Sentolo dan Girimulyo yang telah menerapkan standar produksi yang sesuai dengan persyaratan indikasi geografis menurut PP No.51 Tahun 2007 sedangkan kedepannya akan dikembangkan di Kecamatan Kalibawang, Pengasih, Nanggulan dan Lendah.