4 Poin Penting yang Harus Dilakukan Ketika Ketuban Pecah

ketuban pecah dini

Ketuban berfungsi untuk melindungi janin ketika berada di dalam kandungan. Jika ketuban tersebut pecah, maka bayi yang dikandung memiliki resiko yang tinggi terkena infeksi dari luar dan dapat mengancam keselamatan dari ibu dan bayi. Untuk menjaga agar ketuban tidak pecah sebelum waktunya atau sebelum memasuki usia kehamilan 38 minggu, Anda harus rajin makan makanan dan minum yang mengandung vitamin C dan selalu mengontrol keadaan kandungan Anda. Namun, jika ketuban pecah dini, terdapat 4 poin penting yang harus Anda lakukan.

Pertama adalah catat kapan ketuban tersebut pecah sehingga dapat membantu paramedis ketika menangani Anda. Hal tersebut dikarenakan jika ketuban tersebut pecah, janin akan mudah untuk terkena infeksi dari luar. Terdapat ciri air ketuban yang harus diketahui:

  • Bening dan terkadang disertai flek putih dan dapat juga bercampur dengan darah. Urine akan berwarna pekat atau berwarna agak ke kuningan, dan keputihan akan berwarna putih bening.
  • Air ketuban tidak lengket dan encer.
  • Cairan ketuban memiliki bau yang agak harum namun beberapa ibu hamil mempunyai air ketuban yang baunya agak amis.

Jika air ketuban (wikipedia) yang pecah tidak berbau busuk dan bening, maka paramedis dapat melakukan langkah pengamanan selanjutnya, namun jika bau air ketuban tersebut busuk, besar kemungkinan bahwa janin telah terinfeksi virus ataupun bakteri dari luar. Jika Anda tidak yakin bahwa air tersebut adalah air ketuban, maka Anda dapat menggunakan kertas lakmus untuk mengetahuinya. Caranya dengan menempelkan kertas ke cairan yang keluar. Jika kertas berubah warna maka cairan tersebut adalah cairan ketuban sedangkan jika bukan, maka cairan tersebut bukan cairan ketuban.

Langkah kedua setelah Anda mengetahui secara yakin jika cairan tersebut adalah cairan ketuban adalah jangan panik. Banyak wanita hamil yang merasa kaget dan gugup ketika merasakan ada yang pecah di dalam perut namun, sebaiknya Anda harus tetap tenang dan tidak panik. Tarik nafas dalam-dalam dan usahakan agar Anda jangan bergerak terlalu banyak untuk mencegah cairan ketuban yang keluar terlalu banyak.

Ketiga adalah berbaring. Cara ini juga dilakukan untuk mencegah air ketuban keluar banyak dan kemudian habis dan hal tersebut dapat membahayakan janin dan Anda sendiri. Keempat adalah segeralah menemui paramedis, baik bidan ataupun dokter kandungan. Paramedis akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan pada kondisi Anda. Agar kondisi Anda tetap terjaga dan tidak mengalami ketuban pecah dini, Anda harus mengkonsumsi suplemen atau makanan dengan vitamin C serta susu hamil untuk menambah daya tahan Anda seperti Lactamil Pregnasis. Dengan formula ADIK+, susu ini tinggi akan asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D dan sumber protein sehingga dapat juga menjaga kesehatan janin. Jadi, sediakan dan minum Lactamil Pregnasis untuk kandungan yang sehat hingga waktu melahirkan tiba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*